← Kembali ke Berita

KPOTI Maluku Hidupkan Kembali Permainan Tradisional di Ambon, Libatkan Lebih dari 1.200 Peserta

KPOTI Maluku bersama berbagai mitra menghidupkan kembali permainan tradisional di Kota Ambon. Sepanjang Juli hingga Oktober 2026, rangkaian kegiatannya melibatkan lebih dari 1.200 peserta dari berbagai kalangan.

Sekretariat KPOTI · 21 September 2026
KPOTI Maluku Hidupkan Kembali Permainan Tradisional di Ambon, Libatkan Lebih dari 1.200 Peserta

Ambon, 21 September 2026 — Dilansir dari Jejak Berita, permainan rakyat dan olahraga tradisional kembali mendapatkan tempat di tengah masyarakat Kota Ambon. Sepanjang Juli hingga Oktober 2026, rangkaian kegiatan yang diselenggarakan Komite Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI) Provinsi Maluku bersama berbagai mitra tercatat dan ditargetkan melibatkan lebih dari 1.200 peserta.

Para peserta berasal dari beragam kelompok masyarakat, mulai dari pelajar tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah atas, organisasi kepemudaan, hingga aparatur organisasi perangkat daerah (OPD).

Ketua KPOTI Provinsi Maluku, Jemi Putirulan, menyampaikan bahwa tingginya jumlah peserta menunjukkan besarnya antusiasme masyarakat terhadap pelestarian permainan rakyat dan olahraga tradisional.

Menurut Jemi, jumlah tersebut dihimpun berdasarkan catatan KPOTI Maluku selama melaksanakan berbagai kegiatan bersama mitra. Data itu belum mencakup kegiatan mandiri yang diselenggarakan komunitas-komunitas di luar jangkauan pendataan KPOTI.

Sejumlah pihak yang telah berkolaborasi dengan KPOTI Maluku antara lain Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Provinsi Maluku, KORMI Kota Ambon, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Ambon, AMGPM Cabang Silo, AMGPM Cabang Tiberias II, AMGPM Cabang Kyrie Eleison IV, serta sejumlah sekolah dari jenjang SD hingga SMA di Kota Ambon.

Rangkaian Kegiatan Libatkan Berbagai Kalangan

Rangkaian kegiatan dimulai pada Juli 2026 melalui perlombaan yang diselenggarakan DPPPA Provinsi Maluku dalam rangka memperingati Hari Anak. Kegiatan tersebut melibatkan 175 peserta dari jenjang SD hingga SMA di Kota Ambon.

Pada Agustus 2026, AMGPM Cabang Silo menyelenggarakan perlombaan permainan dan olahraga tradisional dalam rangka memperingati hari ulang tahun cabang. Kegiatan tersebut diikuti oleh 192 peserta.

Masih pada bulan yang sama, KORMI Kota Ambon berkolaborasi dengan KPOTI Maluku menggelar perlombaan olahraga tradisional untuk menyambut Hari Ulang Tahun Kota Ambon. Kegiatan yang menyasar pelajar tingkat SD hingga SMP se-Kota Ambon tersebut diikuti oleh 225 peserta.

Semarak olahraga tradisional juga melibatkan aparatur pemerintah daerah. Dispora Kota Ambon menyelenggarakan perlombaan olahraga tradisional antar-OPD dengan jumlah peserta sekitar 300 orang.

Memasuki September 2026, AMGPM Cabang Tiberias II kembali menyelenggarakan perlombaan olahraga tradisional dalam rangka menyambut hari ulang tahun cabang. Mitra yang telah berkolaborasi dengan KPOTI selama kurang lebih empat tahun tersebut melibatkan sekitar 200 peserta.

Rangkaian kegiatan dijadwalkan berlanjut pada Oktober 2026. AMGPM Cabang Kyrie Eleison IV tengah mempersiapkan perlombaan olahraga tradisional yang diproyeksikan melibatkan sekitar 200 peserta.

KPOTI Maluku Siap Memperluas Kolaborasi

Jemi menegaskan bahwa upaya menghidupkan kembali permainan rakyat dan olahraga tradisional membutuhkan keterlibatan seluruh unsur masyarakat. Pelestarian warisan budaya tersebut tidak dapat dibebankan hanya kepada satu organisasi.

“Semangat untuk kembali memainkan permainan tradisional adalah tanggung jawab semua orang,” ujar Jemi.

KPOTI Maluku menyatakan siap terus mengambil bagian dalam berbagai kegiatan permainan rakyat dan olahraga tradisional di Maluku, khususnya di Kota Ambon. Dukungan yang diberikan meliputi manajemen kegiatan, penyusunan teknis perlombaan, hingga perwasitan.

Kolaborasi dengan pemerintah daerah, sekolah, organisasi kepemudaan, komunitas, dan berbagai mitra lainnya dinilai penting agar permainan rakyat dan olahraga tradisional semakin dikenal, dimainkan, serta diwariskan kepada generasi berikutnya.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, KPOTI Maluku terus memperkuat perannya dalam menjadikan permainan rakyat dan olahraga tradisional sebagai bagian dari kehidupan masyarakat sekaligus sarana membangun kebugaran, kebersamaan, sportivitas, dan kecintaan terhadap budaya Indonesia.

Lestari Budayaku, Bugar Bangsaku.

Sumber informasi: Diolah dari pemberitaan Jejak Berita, 21 September 2026.


Foto pendukung KPOTI Maluku Hidupkan Kembali Permainan Tradisional di Ambon, Libatkan Lebih dari 1.200 Peserta 1
Foto pendukung KPOTI Maluku Hidupkan Kembali Permainan Tradisional di Ambon, Libatkan Lebih dari 1.200 Peserta 2
Foto pendukung KPOTI Maluku Hidupkan Kembali Permainan Tradisional di Ambon, Libatkan Lebih dari 1.200 Peserta 3