Depok, 24 Juli 2026 – Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2026, Komite Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI) berkontribusi dalam kegiatan Mancakrida Paskibraka Tingkat Pusat bertajuk “Keping Nusantara”, yang dilaksanakan pada Jumat, 24 Juli 2026, di PPSDM Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Depok.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Mancakrida Pancasila yang digagas oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), bekerja sama dengan KPOTI dan Asosiasi Experiential Learning Indonesia (AELI). Program ini menjadi salah satu rangkaian pembinaan bagi 76 Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka yang mewakili 38 provinsi di Indonesia.
Wakil Kepala BPIP, Rima Agristina, menjelaskan bahwa kegiatan Mancakrida Pancasila dirancang berbeda dari kegiatan outbound pada umumnya. Kegiatan ini memanfaatkan permainan rakyat Nusantara sebagai media pembelajaran berbasis pengalaman langsung untuk menginternalisasikan nilai-nilai Pancasila kepada para peserta.
Melalui berbagai tantangan dan permainan, para Capaska diajak untuk mengimplementasikan nilai kerja sama, persatuan, tanggung jawab, kepemimpinan, dan gotong royong. Peserta juga didorong untuk merefleksikan kembali berbagai materi pembinaan yang telah diperoleh selama mengikuti rangkaian pendidikan dan pelatihan.
Dalam setiap permainan, masing-masing regu harus menentukan peserta yang dinilai paling tepat untuk mewakili tim berdasarkan kemampuan dan kompetensi yang dibutuhkan pada setiap pos. Proses tersebut memberikan pemahaman kepada peserta mengenai pentingnya kepercayaan, komunikasi, pembagian peran, serta kontribusi setiap individu dalam mencapai keberhasilan bersama.
Delapan Permainan Rakyat dari Berbagai Daerah
Sebanyak 76 Capaska dibagi ke dalam delapan regu campuran. Setiap regu mengikuti rotasi pada delapan pos permainan rakyat yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.
Permainan yang diikuti para peserta meliputi:
Bedil Karet;
Bedil Jepret;
Gasing Berjalan;
Rorodaan;
Kelom Batok;
Dam-daman;
Buah Kira-kira; dan
Sarung Nusantara.
Rotasi permainan berlangsung dalam dua sesi yang diselingi waktu istirahat, salat, dan makan. Pada setiap pergantian pos, peserta mengikuti sesi refleksi singkat atau micro-debrief bersama fasilitator.
Melalui sesi tersebut, para peserta diajak memahami dan menghubungkan pengalaman selama bermain dengan nilai-nilai yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti sportivitas, kedisiplinan, ketekunan, strategi, keberanian mengambil keputusan, dan kepedulian terhadap anggota tim.
Kegiatan berlangsung selama satu hari penuh, mulai pukul 05.30 hingga 18.30 WIB. Rangkaian kegiatan diawali dengan apel pagi dan pemanasan, kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan permainan pada setiap pos hingga upacara penutupan. Seluruh kegiatan didukung oleh fasilitator serta tim pertolongan pertama pada kecelakaan yang bersiaga sepanjang acara.
Merangkai Keping Menjadi Bendera Merah Putih
Nama “Keping Nusantara” berasal dari mekanisme yang diterapkan selama kegiatan. Setiap regu memperoleh keping berwarna merah atau putih setelah berhasil menyelesaikan tantangan pada masing-masing pos permainan.
Pada penghujung kegiatan, seluruh keping yang telah dikumpulkan oleh delapan regu dirangkai menjadi sebuah Bendera Merah Putih berukuran besar. Bendera tersebut kemudian dikibarkan secara simbolis dalam upacara penutupan.
Perangkaian keping menjadi Bendera Merah Putih menggambarkan bahwa setiap individu, meskipun memiliki latar belakang, kemampuan, dan peran yang berbeda, merupakan bagian penting dalam membangun persatuan Indonesia. Keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan perseorangan, tetapi juga oleh kemauan untuk bekerja sama dan memberikan kontribusi terbaik bagi kepentingan bersama.
Komitmen KPOTI untuk Pembentukan Karakter Generasi Muda
Melalui keterlibatan dalam kegiatan “Keping Nusantara”, KPOTI menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan permainan rakyat dan olahraga tradisional sebagai media pembelajaran, pembentukan karakter, serta penguatan nilai-nilai kebangsaan bagi generasi muda.
Permainan rakyat tidak hanya menjadi aktivitas hiburan dan rekreasi, tetapi juga mengandung berbagai nilai pendidikan, seperti kejujuran, sportivitas, gotong royong, kreativitas, kepemimpinan, ketangguhan, dan kemampuan menyelesaikan masalah.
Partisipasi KPOTI dalam kegiatan tersebut juga sejalan dengan semangat Hari Anak Nasional yang menekankan pentingnya pemenuhan hak anak untuk bermain, berekspresi, berinteraksi, dan tumbuh secara optimal dalam lingkungan yang sehat, aman, dan mendukung perkembangan karakter.
Melalui permainan rakyat, nilai-nilai luhur bangsa dapat diperkenalkan dan ditanamkan dengan cara yang menyenangkan, partisipatif, serta relevan bagi generasi muda. Dengan demikian, permainan rakyat dan olahraga tradisional dapat terus lestari sekaligus memberikan manfaat nyata bagi pembangunan karakter bangsa.